Saturday, August 30, 2008

barangkali



Barangkali Cinta itu
Barangkali senyuman manismu yang lepas
Kecupan lembut dikening kekasihmu
Tatapanmu yang teduh
Barangkali airmata
tangismu yang jatuh
Saat yang kausayangkan
pulang Selamanya
Barangkali pelukmu yang hangat
Jabat salammu yang erat
Barangkali duka bahagia itulah
Cinta itu
tak sanggup kutahantahankan
untuk jatuh dan basah
Tembang sepi dalam kalbuku
Gemuruh dalam jiwa
Barangkali hanya dengan mimpi
Barangkali hanya dengan senyuman
Barangkali hanya dengan mengenang
Barangkali hanya dengan usap tangisan
Barangkali hanya dengan mencintaimu
Aku mampu berjalan dengan masa lalu
Larapun tersenyum hanya padamu
Malang, Agustus 2008 mengenang pertemuan Agustus

kutawarkan mawar padamu semata


Purnama di Balik Mendung


Senyum mendungmu tak asing ditatapku
hanya prasangka kemarin dulu
kini jelma menutup kalbu
Dan
sekejap Aku terduduk
tundukkan Hati sendirian
Di pusara badai kenangan
Yang tak urung kutahantahankan
Kini Basah habis-habisan
Apalah daya
Pejampun Luka menganga
Sedang Purnama rembulan
Yang pernah jadi saksi samasama
Dibalik mendung
Sebelum embunan terjatuh
Aku lebih dulu rebahkan
Rindu demi rindu
Malang, Agustus 2008 : mengenang Purnamasidi

Wednesday, August 6, 2008

Kucing yang Bijak

Kau begitu bersahaja
hanya diam sederhana
berpejam sendirian
seakan hidup penuh mimpi
yang tenang hehing bening

Kau duduk hangat manja
tak ada tatapan nasar
atau tatap risau
seakan hidup teramat dekap

Kau sendekapkan kukumu
seakan enggan tunjukkan betapa
tajamnya marahmu

Kau begitu bijaksana
tak abaikan waktu
yang memburuku
tuk segera pulang

Seakan malam senantiasa datang
Seakan siang enggan bangunkan mimpimu
dan aku sibuk memandangmu
siapa yang kaurindukan?

Malang, 6 Agustus 2008