Saturday, August 30, 2008

kutawarkan mawar padamu semata


Purnama di Balik Mendung


Senyum mendungmu tak asing ditatapku
hanya prasangka kemarin dulu
kini jelma menutup kalbu
Dan
sekejap Aku terduduk
tundukkan Hati sendirian
Di pusara badai kenangan
Yang tak urung kutahantahankan
Kini Basah habis-habisan
Apalah daya
Pejampun Luka menganga
Sedang Purnama rembulan
Yang pernah jadi saksi samasama
Dibalik mendung
Sebelum embunan terjatuh
Aku lebih dulu rebahkan
Rindu demi rindu
Malang, Agustus 2008 : mengenang Purnamasidi

No comments: