Desember. Surat tuk Putri Paramata
Kau sendirian di malam itu terjaga.lalu berkata, aku tidak bisa tidur. Sabarlah Dik. Hidup masih kita jalani. masih ada waktu. masih ada tempat. nafas masih berhembus. kau sakit, akupun sakit. semua di dunia ini pun pesakitan. entah. dengan apalagi doa musti kita sampaikan. pada Hyang Maha Penyembuh. Cukupkah airmata yang mencintai Utie? hingga redanya hujan. kita masih asyik bersenda. saling mengirim senyum. pada angin malam. pada rintikan basah terakhir. doa kita pun lelap...Semoga.
No comments:
Post a Comment